Sebelum ngomongin Git sama sekali, kita kenalan dulu sama satu aplikasi yang akan sering banget dipakai: Terminal.
1.1 Terminal itu Apa?
Terminal adalah aplikasi di komputer kamu, sama seperti Microsoft Word atau Chrome itu aplikasi. Bedanya, kalau Word/Chrome kamu pakai dengan klik-klik tombol dan menu, Terminal kamu pakai dengan mengetik perintah.
Tampilannya biasanya kotak hitam (atau putih, tergantung pengaturan) yang isinya cuma tulisan, tanpa tombol, tanpa menu, tanpa gambar.

Jangan takut, ini bukan “hacker mode” yang berbahaya. Ini cuma cara lain buat ngasih perintah ke komputer, selain klik mouse.
1.2 Cara Membuka Terminal
Kalau kamu pakai Windows:
- Klik tombol Start (logo Windows di pojok kiri bawah layar)
- Ketik
Command Promptataucmd - Klik hasil pencarian yang muncul

Kalau kamu pakai Mac:
- Klik ikon kaca pembesar (Spotlight Search) di pojok kanan atas layar, atau tekan tombol
Command+Spasibersamaan - Ketik
Terminal - Tekan
Enter

Setelah terbuka, akan muncul jendela dengan tulisan-tulisan dan sebuah titik kedip (disebut cursor), di titik itulah kamu mengetik.
1.3 Cara Pakai Terminal (Aturan Paling Dasar)
- Klik satu kali di dalam jendela Terminal sebelum mulai mengetik, ini memastikan Terminal “mendengarkan” apa yang kamu ketik.
- Ketik perintahnya (nanti kita akan belajar perintah-perintah yang dipakai untuk Git).
- Setelah selesai mengetik satu perintah, tekan tombol
Enteruntuk menjalankannya. Ini beda dari mengetik di Word, di Terminal, perintah baru “jalan” setelah kamu tekanEnter. - Terminal akan menampilkan hasilnya di bawah perintah yang kamu ketik tadi.

1.4 “Kalau Aku Ketik Salah Gimana?”
Tenang, gak akan merusak apa-apa. Kalau perintah yang kamu ketik salah/tidak dikenali, Terminal cuma akan menampilkan pesan error (biasanya diawali command not found atau semacamnya), itu artinya cuma “perintahnya gak dikenali”, bukan komputer kamu rusak. Cukup ketik ulang perintah yang benar.