Ini alur yang akan kamu ulangi terus-menerus setiap kali kerja dengan Git. Wajib hafal luar kepala.
1. Edit file (di Working Directory, folder biasa di laptop kamu)
2. git add (pindahkan ke Staging Area)
3. git commit (simpan sebagai riwayat)
4. git push (kirim ke GitHub)
Langkah 1: Cek Status
Sebelum apa-apa, biasakan cek status dulu di Terminal (pastikan kamu masih berada di dalam folder project kamu):
git status
Ini akan menampilkan file mana yang berubah sejak commit terakhir. Jika kamu belum menambahkan atau mengubah apapun di dalam folder yang udah kita buat tadi seharusnya tampilannya akan kosong.

Nah sekarang coba buat 1 file txt, di Terminal ketik:
echo "Halo Dunia" > readme.md
Setelah itu coba ketik git status lagi, seharusnya sekarang ada file bernama readme.md yang telah kita buat tadi.

Langkah 2: git add: Menandai File Siap Disimpan
git add nama_file.txt # tambah satu file spesifik
git add . # tambah SEMUA file yang berubah (titik artinya "semua")
Setelah git add, jalankan git status lagi, file yang tadi merah akan berubah jadi hijau, menandakan sudah masuk Staging Area.

Langkah 3: git commit: Menyimpan Perubahan
git commit -m "First Commit"
-m diikuti pesan singkat yang menjelaskan apa yang diubah, ditulis di antara tanda kutip dua.
Contoh commit message yang baik vs kurang jelas:
| ✅ Jelas | ❌ Kurang jelas |
|---|---|
fix: perbaiki tombol submit yang tidak berfungsi | update |
feat: tambahkan validasi form pendaftaran | asdasd |
docs: perbarui panduan instalasi di README | fix lagi |
Langkah 4: git push: Mengirim ke GitHub
git push origin main
Ini mengirim semua commit yang belum ter-upload ke branch main di GitHub.
Untuk push pertama kali, biasanya dipakai:
git push -u origin main
Setelah ini, kamu bisa cek hasilnya dengan membuka halaman repo kamu di GitHub lewat browser, file yang kamu push akan muncul di sana.

Langkah 5 (kalau kerja tim): git pull
Sebelum mulai kerja, tarik dulu perubahan terbaru dari GitHub:
git pull origin main
Ini akan mengambil riwayat commit terbaru dari repository remote yang sudah kita hubungkan tadi dan langsung menggabungkannya (merge) ke dalam branch lokal di komputermu secara otomatis. Perintah ini menggabungkan fungsi git fetch dan git merge agar file projek di laptopmu selalu sinkron dengan kode paling update yang dikerjakan oleh tim. Sangat disarankan untuk menjalankannya setiap kali sebelum kamu mulai menulis kode baru demi mencegah terjadinya bentrokan atau konflik kode (merge conflict).